Andai Tuan Paham

Andai Tuan Paham

Malam dalam perantauan ini saya duduk disebuah kursi berhadapan dengam meja dengan laptop diatasnya, jemariku tertuju pada keyboard dan pandangan fokus pada layarnya, sungguh malam yang indah dengan cerita dalam logika yang didokumentasikan, semuanya berawal dari pandangan dan pengalaman yang sudah terasa dan mungkin diceritakan. Tentang rindu ini dan semua rasa berkecamuk dengan logika yang serasa tak guna, jari ini sekenanya menuliskan huruf demi huruf depan layar ini.

Serasa dan mungkin sama dengan yang lainnya,tak bisa menghilangkan rasa yang mengganggu jiwa dan berkoneksi dengan raga, soal penimbul dosa dan penurut nafsu belaka. Sebenarnya apa sulitnya jadi kami (laki-laki) tak ada perintah menutup aurat yang sekiranya susah dan memaksa walau itu sangat melindungi, punya raga yang lebih dari mahluk lainnya (akhwat), fitrah dari-Nya sudah begitu banyak yang harus di syukuri tapi kadang diri ini tak sadar.

Mungkin apakah kita lupa akan perintahnya, suatu hari nanti kita kan disandingkan dengan mahluk indah ciptaan-Nya dengan pesona serta kelembutan setiap hatinya, sholehah imannya dan selalu baik disetiap perkatannya, tak maukah kita dengan pilihan-Nya dengan keberkahan yang sudah ditakdirkan-Nya.

Lantas kenapa kita mendahuluinya, menurut pada nafsu belaka dengan memanipulasi semuanya karena “cinta”, salah satu hasutan syaitan dan tipu muslihatnya, kita masuk gerbang maksiat dan siap menanggung semuanya, dosa kecil yang biasa dilakukan berubah menjadi dosa teramat besar, dosa,dosa,dan dosa, kita bosan menerimanya, gantilah dengan pahala, kenapa kita melakukannya.

Bertobat tinggi panaskan bumi yang pantas dilakukan dalam diri, waktu biarlah berlalu tak bisa kembali, tapi kembali kejalan-Nya pilihan yang paling terekomendasi, tak ada lagi. Mari bersama satukan hati dan tinggalkan ini. Jika memang sayang tak bisa harus seperti ini, jika pun masih kita teramat tega membawa orang yang kita sayang jadi terbawa-bawa dosa yang kita lakukan, maafkan saya, teman saya, dan yang lainnya, kami terlambat sadar, berat mengakuinya, tak handal mengatur hati, dan kadang susah menerima kebenaran, kami yakin ini perintahmu ya Allah, ridhoilah jalan yang kami pilih sesuai perintahmu, dan bimbing terus kami, jangan biarkan kami kembali pada hal yang dulu teramat hina dipandanganmu, dan jadikan berkah dengan selalu apa yang kami lakukan karena-Mu ya Allah. Aamiin.

#BoksiStory
Jakarta, 02 November 2013
Kami yang berpikir

mm
Written by
Boksi Suryani
Join the discussion

Boksi Suryani

⛰️ 6°46’36.5″S 107°35’02.9″E
✍️ Author #BoksiStory
👥 Co-Founder @cleo.outdoor
👣 Owner @lnx.gear