Bila Langkah Membuatmu Lelah, Setidaknya Tidak Membuatmu Menyerah

Bila Langkah Membuatmu Lelah, Setidaknya Tidak Membuatmu Menyerah

Masih soal mendaki, dimana tak hanya teori yang membekali, tak hanya ideologi atau semua dasar pengalaman diri tanpa banyak referensi yang mumpuni, dan bila merasa terdemotivasi mari berbincang sehat untuk menutup malam hari ini !

Merasa banyak makan asam garam ? Hingga menganggap orang lain serasa awam dan membungkam semua pernyataan dengan mengatasnamakan penghormatan ? Apakah benar itu yang diharapkan ?

Kadang perlu berbicara latar belakang, teguh pada pendirian, dimana acuan dalam pembahasan tidak hanya berdasarkan pengalaman para pengikut yang hanya bilang “manut” pada semua intruksi atasan.

Tak ada yang tidak lelah dalam pendakian, layaknya kehidupan penuh dengan halangan, rintangan, dan cobaan hingga kematian memutuskan menyudahi semua perjuangan.

Kesuksesan tidak seru bila diceritakan hanya tentang kebahagiaan. Karena layaknya sinetron kesayangan, harus penuh dengan kesedihan agar bahagia terasa ditunggu dan diidam-idamkan.

Pendakian tanpa persiapan hanya menjadi ajang penyiksaan pada perjalanan yang awalnya dianggap akan selalu menyenangkan. Dimana langkah akan terasa lelah, beban bawaan terasa selalu bertambah dan faktor umur dianggap sebagai biang masalah.

Akal pikiran akan selalu berkecamuk dengan keadaan yang lemah, menjadikan mental yang terasa sudah mengalah, dan tentunya menyesali diri pada waktu yang salah.

Sikap kritis mulai ingin dimengerti, tentang kondisi diri dan semua alasan yang diberi. Dalam kelompok diri sendiri paling berarti. Dengan konsep dari berbagai referensi buschraft yang dimiliki, prinsip menyendiri apakah sudah cukup mumpuni dalam satu kelompok kecil ini ? Mari pikir lagi !!!

Sedikit menerima bantuan hanya menjadi selingan, tanpa memikirkan apa yang bisa diberikan pada kelompok pendakian. Terima kasih atas koreksian yang selalu diberikan. Prinsip yang terlontarkan terlalu sulit untuk diterima akal pikiran para pimpinan.

Kita sama, sang penikmat indahnya dunia dengan prinsip berbeda pada istilahnya. Penghadir hal-hal tak terduga dari sekeliling raga. Mata kita dipuaskan oleh panorama, telinga dibelai oleh deru damai semesta, hidung disentuh oleh segarnya udara, dan dimanja heningnya belantara rimba. Tapi mungkin kamu lupa, kalo kesana tak cukup hanya dengan “rasa ingin” saja !

Dalam pendakian bahkan kehidupan, yang salah bukan keadaan yang tidak lumrah atau kondisi yang lemah, tapi mental yang gampang menyerah dan pasrah pada kondisi dimana selalu kalah !!!

Masih kah ? Betah ?

Bandung, 28 Juni 2019
Boksi Suryani
#BoksiStory

mm
Written by
Boksi Suryani
Join the discussion

Boksi Suryani

⛰️ 6°46’36.5″S 107°35’02.9″E
✍️ Author #BoksiStory
👥 Co-Founder @cleo.outdoor
👣 Owner @lnx.gear