Buku Sejejak Langkah Di Kala Senja

Buku Sejejak Langkah Di Kala Senja

[Book Review] Judul Buku : Sejejak Langkah di Kala Senja
Penulis : Boksi Suryani
Halaman : viii + 103 hlm
Penerbit : Diandra Kreatif

“Menunggu cinta tak hanya membuatmu lelah di raga, namun juga di jiwa. Ketika dirimu masih bersamanya, berbahagialah!
Momen tersebut sungguh sangat berharga.”

Dari sekian catatan yang tak sengaja didokumentasikan tiap momen nya, tiba-tiba hadirlah sebuah buku yang aku pun bingung isi dari semua kata yang aku masukan disana. Biarlah anggap saja ini karya karangan yang tidak ada sangkut pautnya dikehidupan si penulisnya (sepertinya).

“Tersadarkan waktu dan tertelan rasa rindu yang membelenggu hingga membuat trauma karena telah membuat orang yang dikasihi menunggu. Hingga akhirnya pena dan jari-jariku menari mencurahkan semuanya dalam papan semu, sebelum masa dan waktu menguburnya dalam penyesalan terdahulu.

Ku tersenyum merindukan kisah kita pada masa lalu, meski hanya tentang kisahku dan kisah-kisah cinta sendiriku. Anggap saja suatu saat nanti di penghujung rindu aku selalu menantimu, dengan beribu kalimat pilu dan kususun hingga menjadi sebuah buku.

Percayalah, masih ada bisu diantara rindu yang tersembunyi di antara malam yang syahdu, dan itu adalah catatanku.”

Dilihat dari sinopsis yang disusun oleh penulisnya, kadang aku harus membacanya beberapa kali agar mengerti apa maksudnya. Aku percaya puisi itu bunyi, bermaksudkan apapun arti dan maksudnya disusun dengan rentetan kata dan dibaca mengalun hingga terasa bermakna mungkin itu yang dimaksudkannya.

Berisi rentetan kata-kata yang disusun sedemikian rupa sehingga enak dibaca dan dirasa buat para pembaca, tentang cita-cita masa muda dan sedikit bertabur bumbu cinta diatas kecewa, yang entah kisah romansa penulisnya atau bukan, yang jelas disana terceritakan sebuah memori-memori yang terasa berhubungan langsung dengan isi tiap cerita. Dibuat dengan ragam cerita persuasi sehingga pembaca dibuat merasakan apa yang diratapi walau harus dimengerti beberapa kali.

Tak ada percakapan dialog, hanya berisi narasi dan kumpulan kata-kata hati yang tertuang dalam sebuah puisi dan beberapa bahasa puisi yang dicantumkan disini.

Dari sekian hobi dan keyakinan yang dipunya, percaya hanya gunung tinggi yang masih dapat didaki, samudera luas masih dapat diarungi, dan menyerah pada hal yang diupayakan yaitu memutuskan hanya cukup mencintanya sampai di sini.

Bandung, 16 September 2016
Boksi Suryani

mm
Written by
Boksi Suryani
Join the discussion

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Instagram

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Boksi Suryani

⛰️ 6°46’36.5″S 107°35’02.9″E
✍️ Author #BoksiStory
👥 Co-Founder @cleo.outdoor
👣 Owner @lnx.gear