Camping Ramadhan (21-22 Ramadhan 1435 H)

Camping Ramadhan (21-22 Ramadhan 1435 H)

Lagi dan lagi malam sebelumnya masih duduk disebuah gedung bertingkat 5 depan kamera berlayar dan membumbui nya dengan sedikit tambahan konfigurasi dan settingan lainnya, sampai larut malam dan jika tak salah pukul 2 pagi rampung sudah yang sudah dikerjakan waktu itu.

20140623_182913
Kerjaan sampai menjelang pagi

Terbangun pukul 4 pagi untuk bersantap sahur, singkat benar terasa waktu itu dan sesudahnya pun membereskan semua barang-barang untuk menepati janji lainnya kala itu, sembahyang shubuh patokan kala itu dan menyiapkan semua perlengkapannya kala itu, dan memutuskan tambahan istirahat pagi itu sampai jam 8 sudah baru bangun dari pembaringan.

saat mata terbangun matahari sudah lumayan tinggi terlihat disana, berangkat sudah lagi-lagi dengan setelan santai seadanya, dengan daypack dipunggung dan tas kecil yang disangkutkan kaki bergerak berjalan menuju persimpangan jalan disana, dan sedikit cukup lama bus yang dinanti pun datang menjemput penumpang yang ada. kurang lebih 3 jam perjalanan dan biaya ongkos 30 ribu (Jakarta – Cimahi) sampai cimahi kota asal atau tujuan pertama kala itu (STM Tercinta), matahari tepat berada di penghujung tinggi-tinggi nya, kang shaddam dan mang ridwan pun tak sedikitpun menampangkan batang hidungnya, meninggalkan dan menunggu sampai 1jam setelah sembahyang dzuhur pun semua telah berkumpul.

Dari sana perjalanan  kami lanjutkan, menaiki angkutan ungu Leuwi gajah – Cimahi, lalu kuning hijaunya Cimahi – Pasar atas, dan terakhir Pasar atas – Cisarua, cukup jauh memang hingga bisa menyebabkan kang shaddam hampir mabok darat pas di komando tempat pertama memulai perjalanan, ya benar tujuan senandung malam kali ini singgasana Tangkuban Parahu.

Memang beda mendaki dibulan puasa seperti ini, persedian yang dibawa pun kami samakan dengan tajil yang biasa kami pakai dirumah saat magrib menjelang, Sop buah instan, Baso, Mie, Susu, keripik yenyen lampung, dan makanan manis lainnya kami siapkan dan mulai berjalan sesudah semua sudah dipersiapkan.

IMG_20140719_160034
Febi dan Mang Ridwan
IMG_20140719_163739
Menuju perkebunan

dan dipemumikan masyarakat desa disana kami mulai berjalan mengambil jalur menyamping arah sungai dan lanjut pada perbukitan kala itu, karena ditakutkan dahaga yang menyerang kala itu, sambil bewrcanda-canda dan berbincang tentang semua yang ingin dibicarakan kami berjalan sedikit demi sedikit yang penting sampai, melewati ribuan pohon teh dan sedikit memotong jalan untuk mempersingkat waktu kami pun sampai sebelum kumandang adzan magrib datang, beristirahat sebentar dan adzan pun berkumandang.

IMG_20140719_171844
Melepas Lelah diperbukitan kebun teh
IMG_20140719_173343
Sunset menjelang magrib di singgasana

sop buah yang sengaja kami bawa jadi santapan paling ditunggu dan pertama kali diserobot kala itu, sungguh nikmat sekali, disaat sedang haus-hausnya air putih yang kami minum menyejukan kerongkongan yang kering ini mungkin dan sedikit menyegarkan stamina kami yang seharian tak mendapat asupan, akhirnya kami rasakan berbuka bersama yang tak biasa, dipuncakan kebun teh ini dengan udara dingin ini dan keindahan kota dan sinar-sinar kecilnya yang kami nikmati disana.

setelah sembahyang magrib kami lanjut menyantap makanan kecil kala itu sengaja tak langsung makanan berat karena terbawa kebiasaan takut tak enak saat taraweh nanti, dan waktu isya pun menjelang kami sembahyang dan melanjutkan taraweh kala itu, taraweh yang tak biasa lagi, dimana semua dan sekeliling gelap, dengan lantunan surat al-qadr disetiap 2 rakaat sholatnya, menambah terpukau, hening benar rimba ini tak ada suara lagi selain lantunan yang kang shaddam bacakan dan seidkit serangga malam yang sedikit ingin ikut meramaikan.

tak ada tenda dimalam ini, sengaja kami dirikan bivoac tuk menyedikitkan bawaan dan menyederhanakan peralatan yang dibawa, ditambah lagi kami hanya bertiga dan semua nya lelaki jadi bilamana disini hujan dan kedinginan pun kami setidaknya sudah terbiasa, tapi alhamdulilah kala itu cerah walau bintang-bintang sedikit malau tuk menampakan gemerlap cahaya indahnya, kembali lagi sedikit berbincang dan giliran makan berat tuk mengisi setidaknya stamina mendaki tadi yang sudah terkurangi.

20140720_060950
Bivouac pembaringan

tak tau kenapa tiba-tiba mata saya terbuka, dan ternyata saya dan mamang ridwan sedang tidur diluar bivouac kala itu dan kang shaddam sudah ada dalam tenda dengan slepping bag nya, mag ridwan yang sudah pulas dipinggir saya juga sudah nyaman dengan balutan slepping bag nya juga, sedangkan saya masih dengan baju yang ada dan sarung kala itu, “sial, sial, titirisan sorangan we kieu jadina mah”.

sekedar mengamankan diri ke dalam bivouac dan menyelimuti badan dengan slepping bag yang dari tadi hanya saya pakai sebagai bantal, dan tak lama mungkin mata ini terpejam dengan sendirinya sampai shubuh itu menjelang dan diselang bangun sahur hanya untuk minum beberapa teguk saja untuk formalitas sahur kala itu karena saking malasnya (Jangan ditiru).

Shubuh pun dan tambahan alarmnya membangunkan, semua sembahyang silih berganti, dan setelahnya saya berinisiatif mengajak lanjut perjalanan untuk ke kawah tangkuban dulu, asalnya tak sedikitpun terencana karena ditakutkan terserang dahaga kabina-bina yang tak bisa ditahan diperjalanan, tapi akhirnya kami berangkat juga.

dengan berjalan santai, kami berjalan menuruti jalan bebatuan dan sesekali bertegur sapa dengan motor-motor croos yang melintas, tak selang beberapa jam berlalu kami pun sampai dipenghujung jurang, dan terlihat 2 kawah besar disana, dan disana juga kami bertemu beberapa mahasiswa parongpong yang katanya sedang survei jalur dan datang disana sebelum kami.

IMG_20140720_091747
Boksi Sisi Jurang

merasakan beberapa kenikmatan disana, sedikit dokumentasi dan hanya melamun karena yang biasanya melamun ditemani kopi hangat kala itu sedang tak bisa, jadi hanya bisa melamun sambil membicarakan hal yang ngawur bersama kang shaddam kala itu, kegalauan nya, bingung jodohnya dan mungkin beberapa pekerjaan nya.

IMG_20140720_102250
senandung ujung tebing kawah

Mang ridwan asik tidur kala itu, mungkin ingin mengembalikan tenaga yang sedikit terkuras dan benar saja baru ditinggal beberapa menit suara bincangan pun berubah jadi dengkuran mang ridwan kala itu, “dimana teu dimana sare wae pagawean teh”

IMG_20140720_093207
Mang ridwan dalam pembaringan
IMG_20140720_102025
Bangun tidur minta dipoto

perjalanan dilanjutkan kembali lagi dengan jalur yang sama, seperti biasa tangkuban bertemu dengan beberapa motor croos lalu lalang dan 1 rombongan pendaki lainnya yang akan ke puncak waktu itu, sampailah di singgasana kembali dan mamang ridwan pun tidur kembali, daripada tak ada temannya saya temani tidur siang itu, gimana gak kompak banget kan kita, #Prestasi

pualngnya kami turun melewati jalur potongan kebun teh dan melintas gua toke yang suka jadi tempat maen kala dulu, tapi sayangnya dibulan ramadhan masih saja banyak pasangan muda-mudi yang mungkin ngebuburit di gunung dan ….. #Ahsyudahlah
Mungkin karena disana juga tempat pariwisata jadi tak jarang banyak juga muda-mudi kapanpun yang ….. #Ahsyudahlah (SKIPPP KERAS)

dengan angkutan kuning kuning balik kembali ke STM sebagai akhir perjalanan kala itu, membersihkan diri dan mengistirahatkan badan sampai magrib kelak menjelang.

“Dikala dahaga menyerang karena pekerjaan yang melelahkan kadang kita menyerah karena kemanjaan kita dan merelakan puasa yang kita niatkan dari hadirnya bulan puasa, tapi berpikir lagi lah kawan, jika dirimu dapat menahan dan mempertahankannya, sungguh jarang dan kamu termasuk orang yang langka, tentang kepercayaan, keyakinan, bahkan mungkin kekuatan karena tekadnya, amankan dan pertahankan”

20140720_074554
Full Team Camping Ramadhan (Tangkuban Parahu)

#BoksiStory
Camping Ramadhan,
Tangkuban Parahu, 18 – 19 Juli 2014 (21 – 22 Ramadhan 1435H)

mm
Written by
Boksi Suryani
Join the discussion

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Instagram

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Boksi Suryani

⛰️ 6°46’36.5″S 107°35’02.9″E
✍️ Author #BoksiStory
👥 Co-Founder @cleo.outdoor
👣 Owner @lnx.gear