Boksi Suryani Personal Blog – Sajak, Note Journey with Documentation

Hanya Ketika Mendaki

Hanya ketika mendaki kita mengetahui langkah kaki sudah benar-benar tak bisa menopang raga ini
Ketika teman yang selalu menemani tersenyum menyemangati diri
Ketika orang tercinta menemani dari kaki hingga puncak tertinggi
Dan ketika maut di depan mata sudah siap menerjang hingga nyawa tak hadir kembali

Akankah umur yang selalu menua meruntuhkan jiwa petualangan yang ada
Dan akankah keadaan nantinya bisa mendiamkan raga yang terbiasa berkeliaran disana
Dan bisakah semua pertanyaan lenyap sekadar menghilangkan keraguan ?
Ataukah tetap ada hingga jawabnya datang melepas penasaran ?

Penghujung kerinduan pada ketinggian memang takan bisa terelakan
Pada kedinginan dan kesunyian yang rindunya diakhirkan
Mengapa media rindu itu selalu pada dataran tinggi ?
Karena senyatanya dataran tinggi tak pernah menuankan patah hati

Dan dari semua rasa yang tercipta dengan sendirinya
Karena langkah kaki yang telah berjalan ribuan langkah jauhnya
Menciptakan sebuah definisi porakporanda
Datang dari asa ketika senja

“Bahwa mendaki adalah perjalanan hati
Yang melibatkan ribuan jejak langkah kaki
Dengan semua nuansa sunyi
Dan orang-orang yang dicintai”

 

Bandung, 05 Mei 2017
Boksi Suryani
#BoksiStory

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pulang pergi ke rumah dan perantauan, gunung dan pembaringan, perjalanan dan perpaduan, tertuliskan dalam pahit manis sebuah tulisan tak bertinta #BoksiStory