Hina, Benci dan Janji

Hina, Benci dan Janji

Menjanjikan ternyata ialah hal yang paling memuakan
Menjanjikan kebahagian, rasa nyaman dikemudian harinya
Atau pun rasa aman yang tiada tara indahnya
Semua bohong, belum terbukti, dan tak tahu gimana jadinya

Dijanjikan ternyata juga menjadi hal yang paling mengesalkan
Antara cemas dan penuh dengan harap ditanggungnya
Jika janji itu benar mungkin memang tak apa
Tapi jika tidak, itu sungguh perilaku yang tiada guna

Dan jika sampai ada air mata di pipi indah bidadari
Mohon maaf jika sampai tuan tak mampu tuk menghampiri
Tuk sekedar menghapus air mata dan luka dihati
Maafkan tuan dengan perbuatan diri yang menjadi dengki ini

Terlalu hina tuan disini, bahkan terlalu bodoh tuan disini
Hanya saat ini diri tuan mulai tahu apa itu menyadari sebuah arti,
Tentang janji dan tujuan hidupnya sendiri
Terlalu berharap dan lupa dengan apa yang disebut takdir illahi

Biarlah tuan sendiri yang menyesalinya
Setidaknya tuan disini tak sama dengan tuan-tuan lainnya
Memberi arti dan menyisakan luka dihati dikemudian hari
Memberi bahagia di awal hari dan menjerumuskan iman dalam hati

Titip hati saja buat bidadari sang pujaan hati
Siapapun imam dirimu suatu nanti
Jadilah sosok penenang hati dan pujaan kelak bagi sang suami
Antara perjalanan dan pencapaian pemantasan diri

Jakarta, 07 Mei 2014
#BoksiStory
Hina, Benci, dan Janji

mm
Written by
Boksi Suryani
Join the discussion

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Instagram

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Boksi Suryani

⛰️ 6°46’36.5″S 107°35’02.9″E
✍️ Author #BoksiStory
👥 Co-Founder @cleo.outdoor
👣 Owner @lnx.gear