Kisah Merindu Di Gunung Lembu

Kisah Merindu Di Gunung Lembu

Dan hari berlanjut hari, jam berlanjut jam, menit berganti menit dan detik berdentang secara konstan mengisahkan kisah-kisahku kala ini, tentang kerinduan, hening dan sunyi senyap disana. Ya, benar namanya lembu, sebuah perbukitan indah nan jauh disana dengan segala metafora keindahan yang ada.

Bulan-bulan sebelumnya memang ada rancangan tentang pendakian bersama sahabat lama dari sudut penjuru ibukota untuk pergi kesana, teman ngaprak weekday (LAS) Liburan Ala Shifter yang katanya udah bubar, *oke skip gak penting. Saya, arsyad, acho dan putra memang baru mendaki sekali waktu ke gunung gede kala itu, tapi karena kesenangannya dan kekerabatannya sangat berbeda kala itu sehingga mau kemanapun kami rasa sudah dekat saja.

Waktu berdentang menunjukan matahari sudah tepat diatas ubun-ubun kami kala itu, saya yang sendiri berangkat dari rumah yaitu Cipeundeuy dan Arsyad dan Acho yang katanya bareng keluarga berencana 12 orang kala itu sudah siap berangkat dari jakarta menuju statsiun purwakarta, walau akhirnya waktu yang ditentukan akhirnya ngaret-ngaret juga dari perencanaan.

Kebetulan saya berangkat dengan saudara saya kala itu, dan sampai di POS pendakian lembu sekitar 15.30, sebagai informasi untuk akses menuju Gunung lembu tidak ada angkutan khusus selain harus nyarter atau nyewa mau itu dari statsiun purwakarta atau dari lainnya, dengan roda 2 bergerigi dan kenalpot garung kami sampai hanya 1jam kurang dari rumah. Karena sudah konfirm dengan arsyad dan pasukan karena telat dan tawuran dengan calo statsiun akhirnya kami (saya dan saudara saya) mendaki duluan dan janjian di puncak saja.

Saudara saya mungkin pertama kali untuk mencoba pendakian seperti ini, walau gunung nya pun sudah banyak yang mendaki dari mulai kalangan setelan pendaki asli dan pendaki selfie dan pendaki masa kini (masa gitu). Kami berjalan santai dan melalui camp ceria untuk santai sore kala itu, intinya sih ngulur waktu nungguin yang lain (pasukan Arsyad in the gank yang belum datang).

Nyantai, bincang ngopi-ngopi cantik sambil dokumentasi sore kala itu lumayan hening karena di tempat camp ceria kebetulan belum ada siapa-siapa dan hanya kami saja kala itu, mematung dan memandang hamparan jatiluhur nan biru disana.

IMG_1595
Lokasi view camp ceria Gunung Lembu

Setelah puas bersantai kami lanjut kembali mendaki, diperjalanan memang banyak kalangan pendaki yang kami temui, dari yang menggunakan kaos seragam sekolah, setelan masuk mall atau keondangan pun kayaknya ada, yah gak nyambung, ahahahaha

Dan mungkin tak selang 1 jam mendaki kami sampai di puncak nya kala itu dengan tenda yang sudah berjajar rapi dan bincang-bincang para pendaki dengan segelas kopi dan rokok yang rajin mereka hisap kala itu. Kami langsung turun menuju batu lembu tempat dimana tujuan view yang dicari. Dan benar saja sudah banyak yang lebih dahulu yang naik dan bercanda mesra disana.

IMG_1609
Memandang suasana Batu Lembu

Karena sedang ramai-ramainya kami asyik melanjutkan ngopi cantik kembali menunggu sepi sore nanti, dan setelah sekian lama menjelang anak pramuka yang telah puas selfie dan kaum muda-mudi yang sudah mulai bosan hingga turun dan sepilah kembali kala itu. sehingga kami mulai menikmati arti senja kala itu. Dan niat berburu senja tapi apa daya ketidaknampakan memusanahkan keingin itu sehingga hanya mendokumentasikan apa yang ada saja.

Dan menunggu hingga senja menghampiri walau gak dapet sunsetnya karena disebelah lain punggungan sih harusnya, oke sesudah itu kami menghampiri warung sibapak yang dekat dengan batu lembu tersembut sambil membeli minuman mi**ne dengan harga 10ribu satunya, dan ternyata lembu memang terbilang baru, baru dibuka untuk umum hanya baru sekitar 6 bulan saja katanya, memang awalnya dikelola oleh warga dan tetap saja perhutani yang ingin mengambil alih. Gak enaknya kata si Bapak gunung ini memang tak terlalu tinggi sehingga banyak anal gaul yang mendaki juga dan negatifnya ya banyak yang corat-coret, dan buang sampah sembarangan.

Kebetulan ngedokumentasiin salah satunya
Orang gila naik bareng orang gila

Untuk mendirikan tenda pun sama si bapak kami disarankan untuk membuat didekat wilayah batu lembu saja dan kalau bisa jangan dipuncak katanya, karena memang masih banyak hewan “monyet” yang berkeliaran dan tak jarang mengacak-ngacak atau mengambil barang para pendaki.

Dan karena persiapan kami awalnya semua ada di Arsyad in the gank kami hanya membawa makanan instan dan hammock saja, sambil menunggu yang lain dan sesekali mengecek naik turun kebawah kami menikmati malam dengan beralaskan meggantung pada hammock dan beratapkan bintang hingga kami pun tertidur lelap kala itu.

Sampai suatu suara membangunkanku “Feeeeeeeb, Feeeeeeb, Feeeb………” jelas terdengar ditelingaku dan saat ku tengok dalam gelap 2 orang sedang berjalan menghampiri dan setelah aku menyaut ternyata Acho dan Arsyad yang mencari kami itu, ah kawan lama ternyata…

Setelah menceritakan pengalaman keterlambatan dan bosannya kami menunggu akhirnya saya dan saudara saya ikut turun kembali ke camp ceria tempat dimana Arsyad in the gank mendirikan tendanya kala itu dan sudahlah kami merasa jadi “korban evakuasi” malam itu (asem bener……….)

Memang daerah puncak kala itu sudah penuh dengan tenda pendaki yang nanjak malam itu dan saat kami berjalan pun masih banyak pendaki yang masih kebingungan tuk sekedar mencari spot untuk berkemah, dan tak lama berselang kami pun sampai dicamp area ceria, teman-teman arsyad dan beberapa yang telah ku kenal.

Bercengkrama kembali hingga lampu malam mulai redup dan gapleh yang kami mainkan sudah membosankan karena keheningannya. Semua sudah berjalan masing-masing ke tendanya, dan tinggallah hanya kami berdua (saya  dan Acho) yang masih belum bisa menutup mata dan sedikit berbincang, hingga obrolan malam ngawur kemana lagi yang kami obrolkan (jangan dibayangkan 2 lelaki tampang sangar curhat satu sama lain sambil saling usap pipi dan hapus air mata, tolong jangan !!!!)

IMG_1706Dan yang saya ingat hanya tepukan yang membangunkan, saat kubuka mata, sekeliling masih redup dan sedikit terlihat seberkas cahaya. Membangunkan untuk menanjak kembali ke Batu lembu untuk ngejar sunrise *ceritanya. Teman-teman yang lain sudah berangkat duluan, kami berenam menyusul dan saudara saya katanya nunggu saja diatas hammock saja *payah.

Dengan mata yang masih terkantuk gara-gara si Acho, saya ikut berjalan beriringan dan sambil lari pagi untuk menyegarkan kembali badan yang sudah teristirahatkan walau cuman beberapa jam, singkat cerita tibalah kembali di batu lembu dan lebih ramai lagi.

Dan akhirnya merapat full team di ujung batu lembu sambil berbincang dan memerhatikan pendaki alay tulis-tulis kertas buat dokumentasinya (bawa buku, pulpen sama type-x kegunung mau belajar sama siapa ? sama monyet -_-“)

Dan quote kali ini :

“Mendaki untuk selfie, biar disebut pria masa kini dan banyak yang ngelove di instragram tanpa disuruh lagi”

Dan biar dokumentasi yang menceritakan pagi ini

11348152_1607542179510267_892846875_n
Foto Alaynya Teh Dea leh ugha…..

Sudah puasa selfie dan tulas-tulis lainnya kami turun lagi ke camp ceria, menghabiskan logistik yang ada dan turun dengan santai-santai bahagia.

IMG_1808
santai ala shifter

Akses ke gunung lembu yaitu berdekatan dengan gunung Parang dan gunung Bongkok, dan terakhir saat kepulangan sedihnya gunung parang lagi kebakaran, tapi diurus sama pihak berwajib daerah sana dan dibantu warga sekitar, di puncakan daerah tebingnya semoga aman-aman saja dan tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Kebakaran gunung parang
Kebakaran gunung parang

Akses ke Gunung Lembu dari Jakarta :
Naik kereta -> Statsiun Jakarta Kota – Purwakarta =  Rp. 6000 (+-)
Nyewa Kolbak -> Purwakarta – POS Gunung Lembu = Rp. 500ribu/mobil pulang pergi (nego)
Masuk tiket POS gunung lembu -> Seiklasnya….
NB :
Kalo menggunakan kendaraan pribadi anda bisa melaju ke daerah purwakarta bisa lewat purwakarta kota atau melalui danau cirata nanti dipertigaan leuwung  gunung ngambil arah ke CITEKO dan ikuti rambu-rambu ke gunung bongkok, nanti tinggal lurusin aja lagi ke gunung lembu.

#BoksiStory
Cipeundeuy 12 Oktober 2015Kisah Merindu Di Gunung Lembu

mm
Written by
Boksi Suryani
Join the discussion

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Instagram

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Boksi Suryani

⛰️ 6°46’36.5″S 107°35’02.9″E
✍️ Author #BoksiStory
👥 Co-Founder @cleo.outdoor
👣 Owner @lnx.gear