My Adventure Overview

My Adventure Overview

Penjelajahan demi penjelajahan saya mulai dari awal masuk STM, bermula dengan ekskul atau sering saya sebut keluarga yang membawa berkah dan kisah berharga (PA STAMPARA). Pelajaran hidup nya pelajaran materi dan pengalaman yang sering terbawa, walau banyak yang kurang berkenan mohon maaf karena kekurangan nya.

Pendakian gunung pertama saya pada awal kelas 1 yaitu “Gunung Tangkuban Parahu” bersama seangkatan dan dipantau oleh pengurus dahulu kepala suku kang ginanjar, pertama kali merasakan pendakian malam yang membuat keringat panas ini terasa dingin, nafas ini terasa tersedu-sedu kurang oksigen dan mata yang semakin fokus melihat dalam kegelapan.

  Campcer 2010i Camcer I (16) Kawah (23)

Gambar (Singgasana, Tangkuban Parahu)

Beralih ke pendakian berikutnya dimana mendaki setelah kepulangan pendidikan Aplikas Materi di STAMPARA, menuju kota hujan bogor dan udara dingin puncak menyambut dengan keheningannya, bersama 3 orang senior Kang Angwar, Fahmi, dan Tri menjelajah di pelajaran pendakian yang berikutnya, terasa berbeda saat pendakian dan pendidikan, baru bertemu dan sudah terasa dekat seperti keluarga.

 Gunung Salak (5) Gunung Salak (25)

Gambar (Kaki gunung, Puncak salak 1)

Terasa melelahkan, keringat demi keringat semakin banyak terkeluarkan oleh pendakian, bahkan pendakian malam berikutnya ditemani kang budi, pertama naik gunung berikutnya yaitu “Gunung Burangrang” malam hari kembali, pendakian tak nepi-nepi dan terasa sepi dan indah nya terasa dipagi hari.

 burangrang (4) Gunung Burangrang (5)

Gambar (Suasana Puncak Gunung Burangrang)

Semuanya balik lagi dan semakin berlari, pendidikan berikutnya pun semakin dating yaitu menghadapi DIKLAT STAMPARA, kebetulan lagi libur training center kami memanfaatkannya untuk mengisi waktu dan mengaplikasikan materi yaitu di “Gunung Manglayang” gunung di sumedang yang melewati kampus UNPAD Jatinangor dan pertama melihat teropong kota Sumedang dari kejauhan

 Gunung Manglayang (184) Gunung Manglayang (49)

Gambar (Puncak Manglayang)

DIKLAT pun datang kami digembleng habis-habisan untuk mendapat hasil yang maksimal, setelah lulus kami sudah menjadi anggota muda STAMPARA, menjalani pase anggota muda selanjutnya kami melaksanakan pengembaraan yang terkordinir oleh pengurus dan melakukan ekspedisi suatu gunung, saat itu kebagian lah satu gunung di Garut untuk di ekspedisi, yaitu “Gunung Guntur”, beranggotakan 3 orang bersama Kang Imam dan isum kami berangkat dan melakukan ekspedisi, terasa berat tapi terlaksana.

  Ekspedisi Gunung Masigit (29) Ekspedisi Gunung Masigit (44) Ekspedisi Gunung Masigit (37)

Gambar (Ekspedisi Gunung Guntur)

Berlanjut kepada tugas organisasi, selama berselang tak lagi mendaki lalu melanjutkan pendakian karena terkesima oleh satu gunung yang berada di garut pula “Gunung CIkurai” namanya, dapat libur panjang pun kami manfaatkan dan berangkat bersama menuju garut dengan kereta dan elf nya, bikin kaki ini bergetar tapi tak masalah, memacu diri ini semakin bekerja lebih keras lagi dan tak cepat menyerah sebelum puncak didepan mata belum kami injak dan keindahannya kami rasakan.

 Gunung Cikurai (67) Gunung Cikurai (45)

Gambar (Cikurai Membahana)

Menjalani kepengurusan yang tak sengaja dan memang diinginkan sebelumnya menjadi kepala Suku STAMPARA angkatan 21 bersama, tak ada rencana untuk naik gunung dahulu tapi apa daya, diri ini selalu ada-ada saja untuk mendaki, akhirnya pendakian selanjutnya ialah pendakian paling berkesan selama hidup ini mungkin, yaitu pendakian puncak tertinggi pulau jawa, ia benar itu adalah “Gunung Semeru” yang punya puncak yang sering dipanggil Mahameru puncak para dewa dengan seribu keindahannya.

 293237_3624253936059_1944387295_n 226122_4541784304742_1673540879_n

Gambar (Gunung Semeru dan puncaknya)

555539_513482541998549_398198785_n 578816_3624286136864_461838999_n

Gambar (Bromo dan Lautan Pasirnya)

Bangga memang bisa sampai puncak walau dengan keadaan tubuh tak tahan, air mata bercucuran serta suhu yang mematikan, tapi saya rasa gunung itu tak membuat jera, tapi membuat pelajaran berharga untuk kehidupan kita kedepannya.

Lalu kesekian kalinya mendaki kembali ke gunung berikutnya, berniat untuk merasakan gunung puntang yang akhirnya ke Puncak besar “Gunung Haruman” dimana pelajaran yang terdapat ialah merasakan tersesat berjam-jam di puncak gunung ini. Pengalaman dan sangat bersyukur bisa turun dan melanjutkan kehidupan dengan orang terkasihi dirumah.

 24450_575839199096444_1531733491_n 386656_575840549096309_1365638191_n 206054_575830189097345_395865931_n

Gambar (Puncak Besar Haruman)

Pembalasan keinginan pun akhirnya bisa terbayar pula dengan pendakian selanjutnya, ialah pendakian yang dituju, “Gunung Puntang”, sedikit mendadak dan berjalan malam hari sudah menjadi kebiasaan bersama teman, kewaspadaan dijalan dan konsentrasi perjalanan jadi satu patokan yang membuat hati-hati dan selamat sampai tujuan. Indah puncak mega, membuat kita membahana.

 IMG_0033 IMG_0080

Gambar (Puncak Mega, Gunung Puntang)

Kenangan semakin banyak, penjelajahan semakin terkoleksi dengan pelajaran dan indah kebersamaannya, yang mungkin hanya saya dan orang yang ingin bersama saya yang ingin merasakan, tak tau apa mereka sama seperti apa yang saya rasakan, atau apa yang saya alami dengan cerita setiap perjalanannya.

Gunung berikutnya pun mulai terencanakan, 2 gunung sekaligus yang dijadwalkan 3 hari dalam penjelajahan, “Gunung Gede dan Gunung Pangrango” gunung tertinggi ke 2 dan ke 3 di jawa barat dengan keindahan mandalawangi ladang eidelweis tertinggi jawa barat, dan surya kecana yang membuat hati terpana dan begitu mempesona.

DSC02155 DSC02137

Gambar (Mandalawangi, Puncak Pangrango)

 01235 DSC02176

Gambar (Puncak Gede, Surya Kencana)

Setelahnya banyak pendakian yang dilakukan, lupa berapa kali, gunung yang sama sebelumnya mengantar teman, saudara dan lain-lainpun, katanya jadi guide pendakian, karena pengalaman dan peralatan, padahal biasa saja, tapi taka pa membantu dan menemani.

Sebelum saya tulis catatan ini baru kemarin saya turun dari pendakian berikutnya setelah pendakian-pendakian saya sebelumnya, ialah gunung yang berada di garut “Gunung Papandayan” dengan view kawah yang terasa aktif dan keindahan nya tak beda, dengan view hutan matinya, tegal alun eiddelweis dan indah tegal alun yang membahana membuka mata untuk semakin bersyukur karena ciptaannya.

IMG_9377 IMG_9880

Gambar (Tegal Alun, Tegal Panjang, Gunung Papandayan)

Terhitung 12 gunung yang telah terdaki yang terkoleksi. Bukan bermaksud untuk selalu menambah koleksi, tapi hanya ingin menambah pengalaman dan pelajaran hidup disetiap tempat dan medan yang ditempuhnya. Mungkin banyak pendakian yang tak tertuliskan di catatan ini, tapi biarlah, mudah-mudahan pelajarannya masih bisa terserap dan terasa di kehidupan. Tak pernah terlalu pilih-pilih dalam menemani pendakian-pendakian ini, siapapun yang ingin dan bersedia saya rasa bisa mendaki dengan saya, fisik dan mental teruji disini.

“Selama kaki masih bisa melangkah, selama allah meridhoi dan mempermudah perjalanan dan menjaga perintahnya dimanapun, raga ini tak tau berhenti sampai kapan mencari jati diri, memantaskan diri, dan menunggu yang halal nanti untuk menemani suatu saat mendaki. Kesungguhan saya mungkin suatu saat akan teruji saat dirimu mendaki dan menemani, dan melihat kesungguhan diri ini untuk menjaga dan memastikan bahwa diri ini pasti dihati.”

mm
Written by
Boksi Suryani
Join the discussion

2 comments

Boksi Suryani

⛰️ 6°46’36.5″S 107°35’02.9″E
✍️ Author #BoksiStory
👥 Co-Founder @cleo.outdoor
👣 Owner @lnx.gear