Packing Sampah Saat Turun Pendakian

Packing Sampah Saat Turun Pendakian

Gue gak yakin sama yang gue post dan gue omongin ini bener, anggap saja ini pandangan subjektif gue soal bahasan karena dari pengen aja ngomonginnya (*apasih wkwkwkwk), diantara pendaki yang semakin banyak dan selalu gue gak bosan-bosannya tuk gue amati.

Kegemaran mendaki gunung saat ini sudah tidak bisa dibendung lagi, semakin banyak yang tertarik oleh dunia hitam gelap ini *yaelah. Mulai dari penggiat alamnya itu sendiri, para himpunan pecinta alam, rombongan komunitas-komunitas yang berbondong-bondong memperkenalkan kegiatan ini, hingga para pembuat event-event yang mengatasnamakan “bersih-bersih gunung” yang menggaet ratusan hingga ribuan orang untuk naek gunung bareng-bareng diwaktu yang sama.

Dengan carier-carier yang bermerk, dan gear-gear mahalnya tak lupa menghiasi isi tas berat berbobot yang mereka bawa, dengan isi logistik yang mewah yang membuat pendakian itu lebih nyaman dan aman karena peralatan yang sesuai standar.

Cuman disini gue gak terlalu ingin membahas packing saat pendakian, karena mungkin googling juga banyak caranya, cuman pengen ngoreksi dikit aja buat temen-temen yang carier nya besar-besar pas turun pendakian yang masih suka gantung-gantungin sampahnya diluar cariernya itu.

Memang sih saat mendaki dan difoto dengan pelastik sampah ataupun botol-botol berenceng ari mineral yang diiket dan digantung dicarier itu menambah kesan bahwa kalian tanggung jawab atas sampah yang kalian bawa, dan pokoknya wah banget deh karena foto nunjukin kalau udah sampai puncak dan foto bergaya dengan trash bag di depan atau eksis dengan serenceng botol air mineral yang sudah diikat digantung di carrier. Namun dengan penuh harap dan tanpa mengurangi rasa hormat, ingatlah anda, bahwa sampah yang ada gantung itu sebelumnya disimpan didalam, dan bila alasannya carier ada penuh saat turun sangat tidak masuk akal, kecuali pulang-pulang ngantongin batu.

Saya rasa sampah botol atau sampah lainnya masih bisa anda masukin carier kembali, ya tapi tetep pelastikin dulu lah. Entahlah…. apakah kalian ingin dianggap orang-orang lain sebagai sang penanggung jawab karena membawa sampah turun dan sangat saya suka dengan orang-orang seperti itu. Namun sekali lagi kalau bisa dimasukan kenapa kamu gantung-gantungin, *eh maaf

Sedikit berbagi tips untuk pengelolaan sampah digunung ataupun packing untuk dibawa turun :

  1. Yang pastinya meminimalisir sampah plastik dengan tidak membawa bahan makanan yang dibungkus plastik itu sendiri adalah salah satu cara yang efektif, dengan cara menggunakan wadah yang kita bawah dari rumah. Menggunakan tupperware ataupun wadah lainnya.
  2. Dan bila harus membawa plastik bisa digunakan untuk mengantongi sampah-sampah dengan packing yang sekecil mungkin. Buat sampah yang dibuang menjadi lebih kecil (dipukul-pukul, atau diremukan). Kita tahu plastik adalah bahan ringan yang kedap air.
  3. Dan kita malam hari anda menyalakan api unggun untuk menghangatkan udara disekita bisa ada bakar juga plastik atau sampah yang ada dan anda kumpulkan saat pendakian. Menurut penelitian plastik yang dibakar, hanya menyisakan karbon, zat yang mudah diserap oleh alam.
  4. Masukan pada carrier yang ditugaskan membawa logistik makanan saat pendakian, karena memang kebanyakan sampah yang dihasilkan biasanya pada sampah makanan yang kita bawa. Dan jika kebanyakan bisa kita atur dan bagi-bagi sehingga semua anggota kelompok bawa sampah tersebut dan muat dibawa turun.

Mengapa sangat tidak diperkenankan menggantung sampah atau barang lainnya diluar carier ?

Barang yang digantung sering kali hanya diikat dengan rapia ataupun dikaitkan saja di tali carier yang tersedia dan tersimpan di belakang carier nya itu sendiri dan tak terlihat oleh mata kita (kecuali kalau punya mata dibelakang kepala).

Turun pendakian adalah kegiatan yang banyak hentakan yang tercipta karena loncat dijalur yang penuh batu atau lainnya, sehingga ditakutkan barang yang diluar pun jatuh dan tidak disadari oleh kita.

Bila sampah yang jatuh ? yang efeknya banyak sampah yang jatuh berteteran dijalur pendakian dan membuat gak enak dipandang juga kan yah. Bila barang berharga atau gear yang digantung seperti sendal, katel atau lainnya ? ya rugi juga kita karena saat dimana akan dibutuhkan barang tersebut tak ada karena jatuh dijalan.

Hal-hal seperti ini sebenarnya tak usah kita bahas pun bisa terpikirkan dilogika dan semua orangpun tahu, cuman kadang orang suka lupa dan malas melakukannya, semoga aku, kamu, mereka, dan kita bisa lebih belajar kembali tentang hal-hal kecil seperti ini.

Buka soal dokumentasi yang kita dahulukan untuk dibawa sebagai oleh-oleh untuk dikenang, namun alam juga yang kita jaga untuk indah kembali kedepannya, dan sering kita singgahi dan penerus-penerus kita nantinya.

Bandung, 03 Juni 2016
Boksi Suryani

mm
Written by
Boksi Suryani
Join the discussion

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Instagram

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Boksi Suryani

⛰️ 6°46’36.5″S 107°35’02.9″E
✍️ Author #BoksiStory
👥 Co-Founder @cleo.outdoor
👣 Owner @lnx.gear