Ramadhan Hari Pertama Disudut Penjuru Ibukota 1435 H

Ramadhan Hari Pertama Disudut Penjuru Ibukota 1435 H

Mungkin terhitung tahun tahun ke 5 ramadhan ini selalu tidak full di kampung halaman atau di rumah tercinta, dan tak terasa tahun ke 2 puasa di perantauan sudut penjuru ibukota ini. Malam-malam sebelumnya saya sempat bingun kapan hilal kan diputuskan terlihat dan mulainya puasa tahun ini,

Hari sebelumnya saya terbangun mungkin bisa di sebut kesiangan setelah terlelpanya lagi saya tidur di pembaringan setelah saya bangun shubuh tadi, tak mengerti dan tak tahu apakah ini sudah masuk bulan ramadhan atau tidak saya tak berani menyentuh makanan sedikit pun, dan lalu saya beranjak dan mulai membasahi tubuh saya pagi hari,dengan niat mengisi bahan bakar gadget saya ini tuk bisa mungkin sekedarnya menanyakan pada teman atau mencari info kapan ramadhan ini kan dimulai, saya keluar dan berkeliling di kota sibuk nan ramai ini.

Mencari info sosial media ataupun internet akhirnya saya tau esok sudah diputuskan ramadhan kan datang, ramadhan kan menjelang, dan ramadhan siap menerjang di hati umat islam yang selalu merindukan. Hari ini hari sabtu, hari dimana para pekerja kantor libur dari segala kegiatan dan rutinitas, barulah disini saya pergi sarapan dan mengisi perut keroncongan ini dengan sepucuk nasi warteg khas makanan anak rantau, benar saja, masih ramai, mungkin terakhir kali sebelum ramadhan orang-orang kan makan seperti ini, rutinitas libur ialah mengisi hari garing dengan malas-malasan karena tak ada agenda untuk hari ini, membuka laptop dan melihat list film yang dulu tak di lirik terpaksa di tonton karena tak ada lagi hiburan, dan akhirnya film “Transformers Dark Of The Moon” jadi pilihan tontonan siang kali itu, tapi apa daya, karena emang niat nya malas-malasan pun siang menjelang petangpun hanya ketiduran dan film pun terpaksa tak tertonton tapi malah harus menonton saya yang tidur terlelap pada senja hari itu.

Dan malam pun menjelang, tak terasa taraweh pertama pun akan dilaksanakan, dimana semua mesjid akan terisi dengan umat yang berbondong-bondong merindukan datangnya bulan ini dengan senyum cerah yang tersirat. Dan benar saja saat saya masuk mushola yang dekat pembaringan saya lebih penuh dari biasanya, anak-anak berbondong saling memarkan baju koko mereka dan memakai-melepas peci yang hiasa kepala imut mereka.

Awal taraweh nya dimulai dengan ceramah dari tokoh masyarakat setempat, walau tahun kedua ramadhan saya disini, saya tak tahu jumlah tarawihnya disini, karena tahun pertama saya tak mendiami perumahan yang sekarang saya jadikan pembaringan. Tarawih pun dimulai, dengan aba-aba yang tiap masjid pasti beda dan ada-ada saja khasnya 8 rakaat terlewati, sebagian orang membubarkan diri, mungkin untuk mengambil 3 witir melanjutkan nya di rumah. Dan 23 rakaat pun selesai, sekitar jam 21.00 lebih mungkin saya selesai melaksanakan tarawih.
Saatnya menyiapkan hidangan bersaur pertama untuk puasa esok, dengan sepeda iput (Item PUTih) saya gowess sampai tempat perbelanjaan yang lumayan mungkin dari pembaringan saya, niatnya membeli makanan hidangan berbuka kelak, tapi karena bingung saya hanya membeli daftar barang yang bahkan tidak untuk bersaur untuk nanti (2 sabun karena persediaan habis, 2 minuman botol, dan 1 eskrim).

Tak apalah mungkin dini hari nanti warung pasti buka, melanjutkan ke pembaringan tuk istirahat dan persiapan besok, sambil berbaring, memulai hanca bacaan al-qur’am dan sesekali membuka sosial media gadget di tangan menunggu tidur datang dan mimpi indah yang menghampiri, tapi sialnya mungkin karena efek tidur siang tadi malam ini susah sekali tuk memejamkan mata, dan benar saja jam dinding berdentang dan menunjukan jam 1 dini hari, sial benar, niat sahur jam 3 pagi dan jam 1 pagi pun belum istirahat, mau tidur takut kebablasan mau sahur sekarang plies ini kecepetan.

Dan puasa hari pertama pun dilanda kegalauan, iya lebay emang, akhir-akhirnya pun bisa di tebak, benar akhirnya saya ketiduran, dan mungkin kalian berpikir disini saya kan kebablasan, iya emang itu yang ditakutkan, tapi ya alhamdulilah, pukul setengah 3 pagi anak-anak komplek sangat ceria dan mulia benar mambangunkan dengan bedug dan kentungan bambu nya, dini hari saya pun terselamatkan #sukses.

Dan sepeda iput pun melaju dini hari, mencari warung penjual karbohidrat tuk penunggang yang dalam lagi pelatihan sang pencipta, iya itu puasa. Warteg komplek pun jadi pilhan, balik lagi ke pembaringan dan menyantap hidangan sahur kali ini (Nasi warteg, telor dadar, kentang goreng, sop tahu, dan teh manis anget). Sambil buka-buka sosmed dan sial nemu lagi timeline yang sama kayak tau kemarin, timeline pak ustadnya @ayuskeptika dan beneran tweet koplak bangeet, mungkin diantaranya :

@ayuskeptika
#TipsPakUstad KALAU MAU KEPINCUT JANDA DI WAARTEG SEBELAH, USAHAKAN DATANGNYA 5 MENIT SEBELUM BERBUKA, AGAAAR PUASA TETAP BAROKAH

@ayuskeptika
+62857653**** ASS WR WB MO NANYA, KALO MANDI WAJIB, YG DISIRAM DULU YA ? TX DARI SITI KHODIJAH DO X-DERES

@ayuskeptika
+62572345**** PAK USTAD, YG INI FORMATNYA BENER, YG TD SLH. MAKLUM, DAH SETAON GAK SMS PA USTAD, TAKUT AMA IROH. FROM NENENG, PRAWAN DOLLY

@ayuskeptika
P4K US74D 81SA B4CA G4K? K4LO 81S4, B4P4K 5UKS3S M45UK G3NG ALAYZZZ… BY CABE2 TIKUNGAN (0811********)

@ayuskeptika
PAK USTAD, SAYA LAHIR RABU WAGE. SAYA COCOK GAK SIH KERJA DI AIR? – BY SIBEJO, LAGI CARI KERJA BUAAT MODAL KAWIN (08575******)

Dan intinya masih banyak kecaprukan lainnya, sialnya baca juga yang lainnya malah banyak amat, sial benar. Dan imsak pun menjelang sudah tak makan lagi dan hanya diam menunggu kehadiran adzan shubuh, dan tak lama pun adzan berkumandang, baju koko dan sarung pun terikat kembali pada badan, sholat shubuh dan menlanjutkan hanca lumayan menambah beberapa lembar lagi, pagi menjelang dan balik ke pembaringan.

Tertidurlah kembali saya disana, mengisi hari minggu puasa pertama kali tahun kedua di sudut penjuru ibukota, penuh dan ramai beserta kesibukan-kesibukan di dalamnya. Bawaannya tak mau melakukan apapun hari ini, bangun tidur sahur pun jam 9 hanya menghabiskan menonton film yang dan kadang meneruskan hanca tuk menyicilnya sedikit demi sedikit.

Tak ada yang aneh, tibalah sore hari, persiapan berbuka pun disiapkan, dan bingungpun melanda tuk berbuka pertama kali, berniat hanya membeli makanan ringan dan sedikit tajil saja untuk berbuka, persiapan supaya tarawih tidak kekenyangan, dan akhirnya sebungkus gorengan, sop buah dan kolak pun jadi menu berbuka kali ini ditambah sebotol minuman sisa saahur tadi pagi.

Adzan magrib pun berkumandang, alangkah sungguh nikmat karunia berbuka ini, karena-Nya saya shaum, dan karena-Nya pula saya bisa berbuka, dahaga sudah hilang, badan sudah terisi kembali dan segar, semoga pahala-pahala dterima dan ditentukan oleh-Nya.

Waktu menunjukan hampir menjelang isya, nasi belum tersuap sama sekali, makanan ringan dan kolak belum termakan semua, sedikit benar berbuka kali ini, lanjut melaksanakan isya dan tarawih di mesjid, masih ramai, anak-anak berbondong-bondong tuk melaksanakannya, walau datang hanya untuk berbincang dengan temannya, tak apalah namanya juga membiasakan.
23 rakaat terlewat, pulang ke pembaringan dan beristirahat tuk persiapan sahur berikutnya, Puasa 29 hari lagi, hitung mundur tak apa, tapi semangatnya jangan sampai turun dan mundur.

#BoksiStory
Jakarta, 1 Ramadhan 1435 H
#SemangatRamadhan

mm
Written by
Boksi Suryani
Join the discussion

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Instagram

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Boksi Suryani

⛰️ 6°46’36.5″S 107°35’02.9″E
✍️ Author #BoksiStory
👥 Co-Founder @cleo.outdoor
👣 Owner @lnx.gear