Semilir Angin Pantai Pulau Harapan

Semilir Angin Pantai Pulau Harapan

Malam itu masih bersanding di sebuah market tongkrongan bersama yogi menemani hadi dan dewi sambil membicarakan prepare keberangkatan besok pagi, dengan kopi atas meja yg kadang sesekali dihinggapi tuk sekedar teman ngobrol dan berbincang penghilang kantuk. Perumahan besar pondok indah malam itu jadi jalan kami pulang tuk istirahat dan menuju pembaringan, kala itu kost hadi yang jadi tempat penampungan sampai tak sadar pukul 3 menjelang beberapa pasang mata sampai tak menutup dan malah asyik mengobrol sampai keberangkatan tiba.

Pagi hari itu pun kami berangkat, dengan angkutan umum yang sudah hadi dan dendi sewa kami melaju ke Pelabuhan Muara angke ceck point awal kami bertemu dengan si akang pengurus travel, menunggu dan menunggu sampai keberangkatan kapal kami dapat giliran, kira-kira jam 8 kami baru berangkat, suntuk benar dan kadang sedikit isi perut ditubuh terpompa keatas karena guncangan-guncangan ombak dikala itu, Hadi sang kapten jadi korban kala itu, jaket yang melilit tubuhnya jadi tumbal muntahan dikala kami terangsang ingin juga, tapi syukurnya 3 jam berlalu tak ada yg menyusul selalu sofa yg emang sudah dari awal “oleng” diperjalanan.

IMG_20140809_134243
Gerbang Pulau Harapan

Dan sampai lah kami kala itu, disambut oleh guide kami kala itu bang andi mengantarkan kami ke rumah penginapan yang kami sewa untuk 11 orang, dan hamparan makan siang tentunya, beliau meninggalkan kami hingga kemudian menjemput kembali pada siang hari untuk snorkling hari pertama kala itu, dengan perahu boat kami melaju ke daerah snorkling pertama, masih dengan biota-biota lautnya.

IMG_0370
Kapal Pesiar kala itu

Setelah sampai kami menggunakan perlengkapan selam, ditempat snorkling pertama kami disuguhkan ikan-ikan laut, mungkin hanya dikedalam 1 meter kami berkeliling tapi kebanyakan masih pada sibuk dan riweuh menggunakan alat selam dan sibuk popotoan (ya maklum lah tarimakeun we).

IMG_0373
Prepare Sebelum Menceburkan Diri

Dan poto diatas masih jadi perguncangan antara apakah itu photo saya atau photo si yogi, mungkin karena kurang jelas atau apa febi,yogi dan hadi memperdebatkan masalah ini sampai ke khalayak luas dengan asumsi bahwa ini photo febi, yogi tak terima dan melaporkannya ke Mahkamah Konstitusi *ngaco. Yang jelas orang ini masih misterius *katanya.

Setelah beberapa saat kami snorkling kami diajak berpindah ke tempat kedua dan melihat trumbu karang, dan tapi setelah saya perhatikan teman-teman saya, mereka masih sibuk riweuh dengan alat selam nya dan kadang-kadang riweuh popotoan sama kamera underwaternya bang andi, adeudeuh -_-“

Oke fiks, berlanjut petang kami berpindah pulau ke daratan yang lebih mengasikan, ada ayunan, pasir putih dan tukang gorengan (Paling penting). dan seperti biasa dimana ada tempat bersanding anak labil sekarang tak dimana-mana photo bersama.

Jpeg
Selfie Every Where

Mengubur arsyad, popotoan, membaledogkeun pasir, popotoan lagi, beli gorengan, popotoan lagi, ayun-ayunan, popotoan lagi, perang ngarah si irzal, dan popotoan lagi kala itu menambah keseruan pantai dan pasir yang jadi mainan kala itu. sambil menunggu sunset tiba kami menghabiskan waktu kesana kemari berkeliling pantai dan menimbrung dengan pengunjung lainnya.

Jpeg
Selfie every where (again)
Jpeg
Main pasir

Dan menjelang sunset kami meninggalkan pulau dan kembali ke pembaring sambil menikmati laut petang kepulauan seribu dari dekat dan menikmati perjalanan akhir di hari itu,

IMG_20140809_172019_0
Petang di lautan
IMG_20140809_173722_0
Petang di pelabuhan

Sampai di penginapan semua berebutan menuju kamar mandi, beberapa santai sambil menyantap perbekalan yang ada, sementara taufik dengan polosnya terpaksa mandi paling terakhir karena kalah suit dengan teman yang lainnya walaupun sudah menunggu lebih lama, tapi apa daya sungguh baiknya. Acara selanjutnya barbeque, ikan bakar khas pulau harapan dengan sisik yang masih keras tai dagingnya lunak, tapi karena cape dan bosannya semua berpencar, ada yang langsung beristirahat, maen lagi ke luar mencari udah segar dan ujung-ujungnya karena kecapean semuanya pun tertidur di tempat pembaringannya masing-masing.

Besok paginya dengan perahu boat yang sama kami merapat kesebuah pulau dimana ternyata itu adalah tempat penakaran penyu, disana kami bisa bermain penyu, popotoan, melihat penyu, popotoan, lihat perkebunan tembakau dan popotoan lagi.

Jpeg
Penakaran Penyu

Setelah selesai kami berpindah ke pulau lainnya, kata bang andi sih namanya pulau bunder tempat persinggahan presiden soekarno dulu, tapi itu ge katanya, disana teman-teman sibuk popotoan, dan karena tak ada kegiatan lain saya, dani, arsyad dan taufik atau bisa disebut TKJ In the Gank malah maen air berenang sambil melihat karang-karang subhanalloh dan indah, walau terkadang was-was liat bulu babi dimana-mana.

IMG_20140810_084814_0
Karang Pulau Bunder
IMG_20140810_093554
Kapal berlabuh di pulau bunder
Jpeg
Renang Ceria (Febi & Dani)

Karena sesudah pulau ini kami diharuskan pulau karena hari liburnya berakhir di hari ini saya dan TKJ in the gank tak menyia-nyiakannya untuk berenang terakhir, disaat semua tak mau basah dan hanya ingin berpoto ria dani dengan badan sispek nya renang kesana kemari yang disusul arsyad dan taufik kala itu.

Lama-kelamaan saya baru sadar bahwa kerang di pesisir pantai ini bagus-bagus sebelum kepulangannya pun mengumpulkan karang dan mengikuti yang lain walau terkumpul beberapa hanya bingung mau diapakan, tapi ahsyudah lah waktunya pulang dan kami pun pulang juga.

Beres-beres terakhir dipulau harapan, mandi terakhir walau tadi pagi air nya kosong tapi siang ini mungkin sudah terisi penuh dan sempurna untuk kami mandi dan pulang kala itu.

Kami pun berpamitan dengan yang punya rumah dan menuju kapal yang ditakutkan oleng, dengan berbekal senjata antimo yang sudah diminum sejam sebelum dan salonpas yang menempel pada perut saya dan dani bersiap kala itu, untuk berhadapan dengan kapten sang raja oleng (hadi)

tapi sampe muara angke alhamdulilah tak ada yg oleng sama sekali, walau sendal sova yang jadi korban karena sebelah jatuh dari kapal dan terpaksa pulang dengan sendal jepit kala itu.

Walau harus tersesat dijalan menjadikan perjalanan kala itu lebih lama akhirnya fatmawati pun jadi pembaringan dan pengungsian kembali, makan berbarengan dengan yang lain dan langsung diantarkan pulang oleh hadi,pulang dan tidur (sambil memikirkan besok makan sama apa *ifyouknowwhatimean.

Untuk Akses dan perjalanan berikut saya beberkan :

Keterangan :
Angkutan Fatmawati – Muara Angke (Rp. 250.000)
Kapal Muara Angke – Pulau Harapan (Termasuk Paket)
Penginapan (Termasuk Paket)
Sewa Boat (Termasuk Paket)
Sewa Guide (Termasuk Paket)
Photo Underwater (Termasuk Paket)
Keliling Pulau (Termasuk Paket)
kapal Pulau Harapan – Muara Angke (Termasuk Paket)
Keterangan paket kami 380ribu/orang – 11 orang
Muara Angke – Angkutan Umum pakai delman (Rp.5000)
Angkutan Muara Angke – Fatmawati (Rp. 200.ooo)

Dan qoute hari ini :

dani

 

“Ceuk dani persahabatan bagai kepompong, merubah yang kukuliatan jigah hileud menjadi geugeuberan jigah kupu-kupu”

Jakarta, 2 September 2014
Kepulauan Seribu, Pulau Harapan
#BoksiStory

mm
Written by
Boksi Suryani
Join the discussion

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Instagram

Images not found. This may be a temporary problem. Please try again soon.

Boksi Suryani

⛰️ 6°46’36.5″S 107°35’02.9″E
✍️ Author #BoksiStory
👥 Co-Founder @cleo.outdoor
👣 Owner @lnx.gear