Wahai Kasih, Sungguh Terima Kasih

Wahai Kasih, Sungguh Terima Kasih

Sungguh banyak hal yang bodoh yang telah aku lewati beberapa tahun belakangan, seperti tersesat ketika akan ke suatu jalan, tidak dapat membedakan persimpangan, mendapat nilai “D” kalkulus di kuliahan, lupa membawa perbekalan dalam pendakian, hingga hal yang paling bodoh ialah masih tidak dapat melupakanmu dalam ingatan dengan beribu kenangan.

Tak sadar sudah banyak catatan yang saat ini aku dokumentasikan menumpuk jadi kenangan yang tak tergantikan. Terima kasih Allah SWT yang maha pembagi cerita pada setiap umatnya, memupuk kisah sedih berujung indah. Kepada keluargaku yaitu Ibu Yayan Suryani, yang nama belakangnya aku pinjam untuk pemanis nama rimbaku, yang dahulu melahirkanku berjuang dengan kematian yang sampai saat ini tetap mencintaiku mati-matian dan aku sayang hingga maut memisahkan.

Bapak Cecep Slamet sang imam yang tak ada lelahnya mencari nafkah untuk keluarga sampai aku bisa sekolah dengan beribu petuah dan membuat betapa rindunya aku di rumah. Serta kakak dan adikku yaitu Iqbal Gumilar dan Windi Gilang Lestari, para insan muda yang meramaikan suasana rumah dengan segala ucapan dan semua ocehan menggemaskan.

Sahabat perjuangan di perbukitan hingga punggungan-punggungan yang menjadi tempat bersua dan hangatnya kebersamaan STAMPARA khususnya anggota G21 Gank Napak Badai, Cupus, Tokke, Blink, Argo, Qobep, Arung, Buyam, Upil, Cekes, Crootz, Napi, serta Abox yang membantu pembuatan cover buku ini. Para Kewan di keluarga CANA yang membuat kisah di buku ini semakin menjadi-jadi dan menyonsong hari-hari indah nan berseri, Awal, Sigit, Yoga, Giyanti, Adit, dan semuanya yang tak bisa kusebutkan satu per satu, percayalah rindu dan kenangan bukan hanya barang bekas, yang hanya dengan iklas dia mudah untuk dilepas.

Sahabat-sahabat tersayangku di Teknik Informatika Universitas Widyatama Muhlis si labil, Reza Agi si muda berwibawa, si manis kecil imut kesayangan Alvera, serta Ricka Vetrisia Zolla di sana, yang selalu memotivasiku untuk membukukan catatan ini, dan ingin menjadi orang pertama yang membacanya, meski aku pun sempat malu dan berasa ragu, semoga semua kata-kata yang ada dalam buku tak terbaca rancu saat dibaca olehmu.

Para teman-teman Kelas Inspirasi Bandung 4 dan Karawang 1 yang pernah aku ikuti, yang hingga saat ini tetap menjadi teman ngobrol yang asyik dengan cerita menggelitik. Terima kasih juga sudah pernah menjadi teman berbagi dan menginspirasi, kalaulah aku tidak menerjang gelap tersebut aku tidak pernah mendapatkan momen berharga itu bersama kalian, semoga bersama kalian hari-hari menjadi banyak inspirasi dan banyak hati yang tersakiti menjadi sembuh dan kembali terisi.

Bandung, Agustus 2016
Boksi Suryani

mm
Written by
Boksi Suryani
Join the discussion

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Boksi Suryani

⛰️ 6°46’36.5″S 107°35’02.9″E
✍️ Author #BoksiStory
👥 Co-Founder @cleo.outdoor
👣 Owner @lnx.gear